Dampak Penggunaan High Heels pada Kesehatan Tulang dan Kaki

Sepatu hak tinggi memang dapat menunjang penampilan wanita yang ingin tampil seksi. Tidak dipungkiri sepatu hak tinggi dapat membuat kaki terlihat jenjang sehingga terlihat lebih langsing.
 
Biasanya, perempuan akan lebih percaya diri dengan tubuh yang tinggi semampai. Maka, tak jarang banyak kaum hawa menopang tinggi badanya dengan high heels. Tak heran, hampir semua model juga selalu menggunakannya agar terlihat lebih tinggi. 
 
Menggunakan alas kaki yang berhak tinggi sebenarnya membahayakan kesehatan atau tidak? Untuk diketahui, penggunaan sepatu hak tinggi atau high heels yang terlalu lama dapat berbahaya bagi tubuh dan kesehatan. Berikut dampak negatif dari pemakaian high heels yang terlalu lama:
 
1. Bunions
 
Bunions adalah kondisi ketika terdapat benjolan abnormal tulang di pangkal jempol kaki. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, kondisi ini seringkali terjadi pada wanita dan disebabkan karena sepatu yang sempit dan berhak tinggi. Bunions menimbulkan rasa luar biasa sakit pada penderitanya dan biasanya hanya bisa diatasi melalui operasi.

Bangun Siang di Akhir Pekan Tak Lagi Menyenangkan, Ini Sebabnya

Setelah sepekan penuh berkutat dengan pekerjaan, akhir pekan seringkali dijadikan ajang pelampiasan untuk menyenangkan diri. Biasanya dengan memperbanyak tidur, sekadar bermalas-malasan dan makan dengan menu tak sehat.
 
Namun temuan terbaru dari Amerika membuyarkan angan-angan itu dengan menyatakan bahwa bermalas-malasan di akhir pekan dapat menambah risiko diabetes dan penyakit jantung. 
 
Hanya saja peneliti dari University of Pittsburgh, Pennsylvania mengatakan alasannya bukan semata karena bermalas-malasan atau cenderung makan sembarangan. Menurut peneliti, perubahan jam tidur di akhir pekanlah yang memicu kedua kondisi tadi. Oleh peneliti, kondisi semacam ini disebut sebagai 'social jetlag'. 
 
Sebelumnya, kaitan antara perubahan jam tidur dengan risiko diabetes dan penyakit kronis lain hanya ditemukan pada pekerja shift. Akan tetapi studi ini membuktikan perubahan jam tidur ini juga berlaku bagi semua pekerja.

Tanda Rambut Rusak Akibat Sering Dicatok

Penemuan alat pelurus rambut atau lebih dikenal catok rambut, tentu sangat memudahkan wanita dalam menata rambut. 
 
Berbagai gaya tatanan rambut mulai dari lurus, ikal bergelombang, hingga keriting dapat terwujud berkad alat penata rambut yang berdaya listrik tersebut. 
 
Sayangnya. penggunaan catok rambut yang rutin, bila tidak dibarengi dengan perawatan rambut yang tepat, dapat sangat berbahaya untuk kecantikan rambut. 
 
Rambut kering, bercabang, hingga rontok, merupakan beberapa kondisi yang dapat Anda alami ketika menggunakan catokan rambut secara berlebihan. 

Tatanan Rambut Up Do Bergaya French Twist

Butuh inspirasi gaya rambut yang cantik dan anggun untuk ke pesta? Cobalah gaya french twist yang akan membuat tampilan lebih elegan. Tak perlu ke salon, Anda dapat menatanya sendiri di rumah. Simak langkah dari makeup.com berikut ini.
 
Tahapan :
 
- Sasak akar rambut bagian atas agar lebih bervolume. Agar lebih awet semprotkan texturizing spray.
 
- Biarkan bagian depan terurai. Lalu ambil rambut bagian samping kanan dan tata ke sisi sebaliknya.

16 Emosi yang Menghambat Kesuksesan, Waspadai

"Sukses" merupakan kata yang menggambarkan pencapaian seseorang dari sebuah perjalanan proses baik itu cita-cita dan karir. Namun, apa jadinya jika kesuksesan terhambat karena ada "lintah energi" menyedot Anda. Apa itu "lintah energi"?
 
Seperti dikutip melalui buku Quantum Life Transformation pada Senin (23/11) karya Adi W. Gunawan seorang pakar teknologi pikiran, "lintah energi" disebut sebagai sebuah memori dengan muatan emosi negatif yang memengaruhi pikiran dan bisa menghambat kesuksesan seseorang.
 
"Lintah energi" bekerja dengan menggunakan emosi negatif yang cenderung mengganggu diri kita melalui pikiran. Emosi ini kerap muncul sebagai hasil dari pemaknaan yang berasal dari kejadian atau pengalaman hidup kita.

Cara Efektif Meredam Kecemasan

Pada dasarnya kecemasan adalah sesuatu yang wajar dialami oleh siapa saja. Kecemasan biasanya muncul saat kita berhadapan dengan keadaan yang tidak jelas, membingungkan, menegangkan, atau menakutkan. Sebut saja seorang mahasiswa yang akan menghadapi ujian; kecemasan tentu adalah hal yang wajar dirasakan olehnya. Contoh lainnya, tentu saja tidak mengherankan jika seorang ibu merasa cemas ketika anaknya sedang sakit. 
 
Ketika kita sedang menghadapi sebuah kondisi bermasalah, kecemasan dapat berperan positif untuk membantu kita fokus memecahkan masalah tersebut. Namun, jika muncul secara berlebihan, seringkali kecemasan yang kita alami malah dipenuhi oleh visualisasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi dari masalah yang sedang kita alami.