4 Kegiatan Saat Akhir Pekan yang Berdampak Buruk Bagi Tubuh

Akhir pekan selalu dinanti semua kalangan, terutama kelompok pekerja. Akhir pekan jadi waktu istirahat setelah bekerja selama 5 hari.
 
Namun faktanya, beberapa kegiatan yang dianggap sebagai bentuk istirahat ternyata berdampak buruk bagi tubuh.
 
Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Minggu (6/12/2015), berikut 4 kegiatan saat akhir pekan yang berdampak buruk bagi tubuh, mulai dari terlalu lama nonton TV hingga bangun siang.
 
1. Terlalu lama nonton TV
 
Walaupun menonton TV dapat membantu seseorang melepas stres, tapi jika dilakukan terlalu lama, nonton TV bisa berakibat buruk bagi otak di kemudian hari. Setidaknya itulah yang diungkapkan peneliti dari Northern California Institute for Research and Education di Veterans Affairs Medical Center, San Fransisco.
 
Dalam studinya, peneliti menemukan bahwa orang dewasa muda yang menonton TV terlalu lama dan tidak berolahraga kemungkina besar akan merasakan efek dari kebiasaan buruk pada otak mereka saat bertambah tua.
 
Para peneliti menemukan orang-orang yang menonton TV lebih dari tiga jam per hari selama 25 tahun ke depan cenderung memiliki kinerja yang buruk pada suatu kognitif otaknya, dibandingkan dengan orang-orang yang jarang menonton TV.
 
2. Makan fast food
 
Makan makanan fast food sering dilakukan ketika akhir pekan karena istri malas memasak atau ketika jalan-jalan. Jika dilakukan terlalu sering, dampaknya bisa bikin lemot lho.
 
Studi yang dilakukan Dr Alexis M. Stranahan, pakar neurosains dari Department of Neuroscience and Regenerative Medicine, the Medical College of Georgia, menyebut diet tinggi lemak membuat seseorang rentan mengalami obesitas. Obesitas diyakini Dr Stranahan membuat otak menurun fungsinya.
 
"Secara ringkas, microglia (sel imun di sistem saraf pusat) tak lagi membuang sampah dari rumah Anda. Namun malah memakan surat-surat, pintu, dapur dan peralatan lain yang Anda butuhkan. Ia tidak lagi melakukan tugasnya sebagai pembuang sampah," ungkap Stranahan.
 
3. Bangun siang
 
Menurut peneliti, bangun siang di akhir pekan akan memicu perubahan jam tidur. Perubahan jam tidur di akhir pekanlah yang memicu kedua kondisi tadi. Oleh peneliti, kondisi semacam ini disebut sebagai 'social jetlag'.
 
"Bahkan pada orang dewasa yang sehat dan jarang mengalami perubahan pada pola tidurnya, masih bisa terjadi gangguan metabolisme," tutur si peneliti Dr Patricia Wong.
 
Sebelumnya, kaitan antara perubahan jam tidur dengan risiko diabetes dan penyakit kronis lain hanya ditemukan pada pekerja shift. Akan tetapi studi ini membuktikan perubahan jam tidur ini juga berlaku bagi semua pekerja.
 
4. Begadang
 
Kebiasaan begadang yang membuat tubuh kekurangan tidur memang tak sehat. Dampaknya bisa buat imunitas tubuh menurun, obesitas, bahkan sampai merusak gen.
 
Dampak buruk kurang tidur sampai merusak gen ini baru ditemukan oleh peneliti dari Uppsala University (UU), Swedia. Tak tidur satu malam saja dilaporkan dapat mengubah gen yang mengontrol jam biologis tubuh.
 
Terganggunya jam biologis dikatakan oleh salah satu peneliti Jonathan Cedernaes bisa berujung pada perubahan suhu tubuh, nafsu makan, dan aktivitas otak.
 
"Studi sebelumnya menunjukkan bahwa kurang tidur berdampak negatif pada metabolisme kita. Kurang tidur juga berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas dan diabetes," ujar Cedernaes.
 
 
Sumber : Muhamad Reza Sulaiman, http://health.detik.com/read/2015/12/06/160439/3089145/763/4-kegiatan-saat-akhir-pekan-yang-berdampak-buruk-bagi-tubuh?l992205755