Pentingnya Mengajarkan Anak untuk Minta Maaf

Maaf terkadang memang tidak bisa menyelesaikan semua hal. Namun dengan minta maaf, setidaknya seseorang belajar mengakui kesalahannya, sehingga tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari.
 
Jika Anda hendak mengajarkan anak untuk minta maaf atas apa yang ia lakukan, maka bisa dimulai dari diri Anda sendiri sebagai orang tua. Karena minta maaf tidak harus disampaikan yang lebih muda kepada yang lebih tua, juga bukan yang berpangkat dan jabatan rendah kepada atasannya. Permintaan maaf seharusnya disampaikan mereka yang memang melakukan kesalahan.
 
Kata maaf memang begitu simpel dan ringan. Namun pada kenyataannya tidak semua orang sanggup mengatakannya. Dikutip dari berbagai sumber dan ditulis pada Selasa (17/11/2015).
Berikut ini pentingnya mengajarkan anak untuk minta maaf :
 
1. Memperbaiki Hubungan
 
Pada saat Anda sebagai orang tua, melakukan kesalahan kecil pada anak, ucapkanlah kata maaf. Bisa jadi anak-anak tidak akan merasa lebih baik dengan permintaan maaf Anda, tetapi dari situ Anda bisa memperbaiki hubungan dengan si kecil.
 
Studi yang dilakukan University of Virginia di AS mengatakan anak-anak yang mendapat permintaan maaf dari orang yang melakukan kesalahan pada mereka, di kemudian hari akan membuat anak-anak bisa berbagi lagi dengan orang-orang tersebut. "Permintaan maaf bisa memperbaiki hubungan meskipun tidak mengurangi sakit hati mereka," ucap salah satu peneliti, Marissa Drell.
 
Nah, dari sini anak-anak akan belajar bahwa mereka pun bisa memperbaiki hubungan dengan orang lain dengan menyampaikan permintaan maaf.
 
2. Belajar Memaafkan
 
Saat anak-anak terbiasa untuk minta maaf atas kesalahan yang dilakukan, mereka pun akan belajar memaafkan kesalahan orang lain. "Meskipun permintaan maaf tidak membuat anak-anak merasa lebih baik, namun itu membantu mereka untuk belajar memaafkan," kata Marissa Drell dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Social Development.
 
Apalagi jika anak-anak mendengar komitmen ataupun tindakan nyata dari orang yang berbuat kesalahan untuk memperbaiki keadaan, maka anak-anak akan jauh merasa lebih baik. Hal ini diketahui saat peneliti menggelar penelitian yang melibatkan anak-anak dan orang dewasa yang berperan sebagai pengganggu.
 
Anak-anak mulanya diminta membangun menara dari gelas plastik. Kemudian orang dewasa meminjam salah satu gelas dan menggulingkan menara yang sudah disusun. Saat anak-anak ditanya bagaimana perasaannya, ternyata perasaan anak yang mendapat permintaan maaf sama tidak nyamannya dengan yang tidak mendapat permintaan maaf.
 
Namun anak mendapat sinyalemen bahwa permintaan maaf yang disampaikan itu merupakan ungkapan bersalah pelaku, sehingga pelaku berusaha untuk tidak melakukan kesalahan serupa. Saat pelaku membantu anak-anak memperbaiki menaranya yang rusak, anak-anak merasa jauh lebih baik. 
 
"Upaya aktif membuat perbaikan setelah pelanggaran yang dilakukan bisa membuat korban merasa lebih baik," lanjut Drell.
 
3. Belajar Berperilaku Baik
 
Perilaku baik bisa diwujudkan antara lain dengan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan. Mengajarkan anak untuk minta maaf merupakan bekal berharga bagi hidupnya kelak. Karena anak akan belajar mengakui kesalahan dan bukannya menyalahkan orang lain atas kesalahan yang terjadi.
 
Bahwa mengakui kesalahan terkadang adalah sesuatu yang sulit. Karena kadang kesalahan membuat seseorang merasa begitu buruk dan bisa jadi membuatnya malu. Namun mengakui kesalahan dan minta maaf adalah hal yang benar. Anak perlu menyadari bahwa minta maaf adalah sinyal kekuatan karakter dan bukan tanda bahwa mereka orang yang lemah.
 
4. Belajar Saling Menghargai
 
Jika memang bersalah, maka harus minta maaf, tidak peduli permintaan maaf harus disampaikan pada siapapun. Dengan begitu anak akan belajar saling menghargai, bukannya menuntut rasa hormat tanpa menebar penghargaan pada orang lain.
 
Saat mengajarkan anak minta maaf, sampaikanlah bahwa yang dia lakukan adalah upaya menghormati dirinya sendiri dan orang lain. Penting juga bahwa permintaan maaf bukanlah sekadar kata tapi benar-benar harus dari hati, sehingga kesalahan yang sama tidak akan diulangi dan anak akan membantu mengatasi kesalahan yang telah diperbuatnya.
 
 
Sumber : Nurvita Indarini, http://health.detik.com/read/2015/11/17/121029/3073033/764/pentingnya-mengajarkan-anak-untuk-minta-maaf