Kisah Nyata Penderita Jantung Koroner Print E-mail
Share

Jauh sebelum mengenal produk-produk dari CNI saya adalah seorang penderita jantung koroner dengan 6 penyumbatan di pembuluh jantung yang kondisinya sudah mencapai 95%. Itu terjadi pada tahun 1997 s.d. 1998. Dalam kurun waktu setahun itu, saya menjalani rawat inap di 14 RS di Jakarta, hingga akhirnya saya harus menjalani operasi jantung di RS Harapan Kita Jakarta pada bulan Mei 1998.


Tetapi, bukannya kesehatan saya membaik, setelah operasi kondisi saya justru semakin menurun, walaupun setiap hari mengonsumsi obat dari dokter. Rambut saya rontok, saya juga mengalami masalah kesehatan lain, seperti mag, tekanan darah tidak stabil, lever, hingga wasir. Saya pun kembali harus menjalani rawat inap di RS, masuk ruang ICU untuk beberapa hari bahkan kadang harus sampai lebih dari satu minggu, dan menyita biaya yang cukup besar.


Bulan Oktober 2002, datang adik kandung istri, Ibu Kantiwati, yang menganjurkan mencoba produk-produk makanan kesehatan dari CNI Organik, Wakasa Gold, Sun Chlorella, Ester-C Plus, Narish, dan DMG. Istri dengan kesabaran tinggi memberikan suplemen kesehatan secara rutin, bagaikan layaknya seorang perawat, sembari memberi meyakinkan kepada saya tentang khasiat produk-produk CNI tersebut. Saya mulai yakin, setelah selang beberapa bulan, banyak perubahan pada kesehatan saya.


Sampai saat ini saya masih mengonsumsi makanan kesehatan tersebut, dengan tambahannya Ericoma dan Libilon yang menjadikan kesehatan saya semakin prima. Alhamdulillah, saya pun sudah tidak lagi menjadi langganan dokter atau RS. Di usia yang sudah mencapai 60 tahun, saya masih diberikan kekuatan, bahkan kini sudah berani mengendarai mobil sampai jauh ke luar kota Ciamis-Pangandaran-Semarang.

(Cherry Lumban Tobing, Jakarta)

 

Member Log In

Member ID :
Password :

CNI eNews

RSS Syndicator

CNI Feed