CGF Bisa Menyembuhkan Demam Berdarah Dengue Print E-mail
Share

SERUU.COM | Jakarta,  23  Januari 2010 | Berita Ibukota
Written by Redaksi Berita on Thursday, 28 January 2010 11:53

Ketika masih banyak orang yang risau dengan mewabahnya penyakit demam berdarah dengue atau DBD karena belum tersedianya obat antivirus maupun vaksin untuk menyembuhkannya, belum lama ini sekelompok peneliti dari RS. Karya Bhakti, Persatuan Ahli Penyakit Dalam (PAPDI) Cabang Bogor, dan Fakultas Ekologi Manusia IPB (FEMA IPB) telah membuktikan bahwa Chlorella Growth Factor (CGF) mampu mempercepat kesembuhan penderita DBD dan memperpendek masa perawatan di rumah sakit.

Melalui serangkaian penelitian yang dilakukan sejak bulan April hingga akhir tahun 2009 yang juga didukung sepenuhnya oleh PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) tersebut, secara klinis terungkap CGF mampu meningkatkan trombosit penderita DBD lebih progresif dan cepat.

Tim peneliti yang dipimpin Peneliti Utama Dr. Adi Teruna, Sp.PD, Ph.D ini juga menemukan CGF mampu memeragakan konsep regenerative medicine secara bermakna dengan menekan senyawa kimia stress oksidatif, memperbaiki gangguan pembuluh darah, dan merangsang peningkatan fungsi produksi sumsum tulang. "CGF sendiri merupakan komponen gizi yang secara alami mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka sehingga membuatnya mampu membantu penyembuhan dan peremajaan tubuh manusia, memperbaiki sel-sel yang rusak dan merangsang pertumbuhan sel-sel baru dan muda. CGF juga mampu memperlambat proses penuaan karena kandungan asam nukleatnya yang tinggi," kata Dr. Adi Teruna, Sp.PD, Ph.D dalam seminar kesehatan yang bertajuk "Peran Chlorella Growth Factor dalam Mempercepat Penyembuhan Dengue Hemorhagic Fever (DHF)", di Gedung CNI, Kamis (28/1/2010), Jakarta.

Menurutnya, CGF pertama kali diekstrak dengan elektroforesis menggunakan air panas oleh peneliti Jepang lainnya, Dr. Fujimaki pada awal 1950-an di Tokyo Jepang, sekaligus memberi nama CGF karena kemampuannya mendukung pertumbuhan anak-anak. "Penyakit Demam Dengue (DD) atau yang dikenal dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu momok yang sangat menakutkan karena kerap memakan korban jiwa. Apalagi saat ini telah memasuki musim penghujan dimana genangan-genangan air yang tersisa pasca hujan sangat mungkin bersarangnya nyamuk Aedes Aegypti, sang penyebar virus," tuturnya.

Ditambahkan, Sejak ditemukan pertama kali di Indonesia pada tahun 1968, korban-korban DBD terus berjatuhan. Tahun 1998 saja tercatat, 58.000 orang menjadi korban. Tak sedikit, penderita yang meninggal dunia akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini. "Kebanyakan dari mereka tak berhasil diselamatkan karena kehilangan cairan tubuh, terlambat mengatasi demam tinggi, gangguan metabolisme atau kurangnya asupan gizi yang cukup yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh," imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, PR Manager PT CNI, Pramesti Indah Permatasari mengatakan, kesamaan visi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat inilah yang menyatukan CNI dengan Tim Peneliti dari RS Karya Bhakti Bogor, PAPDI dan IPB. Termasuk kesamaan pandangan pentingnya pemberian suplemen makanan secara reguler untuk melengkapi kebutuhan gizi yang mumpuni guna memfasilitasi regenerasi sel yang optimal karena dinilai sebagai solusi alternatif untuk menangkal penyakit.

"Terkait kebutuhan gizi ini diperkuat oleh hasil pengamatan Dr. Michinori Kimura, salah seorang peneliti dari Sun Chlorella Corp. Jepang yang menemukan bahwa ganggang chlorella telah terbukti kaya akan derivat asam nukleat yang mampu memperlambat proses penuaan, chlorella growth factor (CGF) serta asam amino esensial, peptida, vitamin, mineral, polisakarida, glikoprotein dan beta glukan," katanya.[wid]
 

 

 

Member Log In

Member ID :
Password :

CNI eNews

RSS Syndicator

CNI Feed